Diduga Paku Penopang Atap Tidak Kuat, Atap Pasar Modern Ketahun Ambruk
RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Sabtu (11/4) bangunan atap teras Pasar Modern D1 Ketahun, yang merupakan bangunan yang merupakan kebanggaan dikerjakan oleh PT Aleandro Karya Utama, nyaris merenggut nyawa masyarakat desa Ketahun. Bagaimana tidak, diduga karena paku dan baut yang menopang atap tidak kuat menahan beban, mendadak ambruk.
Beruntungnya, Kapolsek Ketahun memastikan atas kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Sementara itu, atas kejadian ini pekerjaan proyek pasar itu, syarat dipertanyakan dan terindikasi tidak sesuai spek pekerjaan semestinya.
“Ya, mas dari hasil pemeriksaan sementara oleh pihak kita, runtuhnya atap di pasar ketahun tersebut, lantaran paku atau baut yang menopang atap tersebut tidak kuat. Akibatnya atap tersebut, ambruk pada Sabtu siang (11/4) lalu. Allhamdulillah, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, lantaran kejadian sudah diketahui oleh pedagang sebelum ambruknya atap tersebut,” kata Kapolsek Ketahun Iptu Teguh Ari Aji.
Senada juga disampaikan oleh Camat Ketahun Kadino, bahwa memang ambruknya atap tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 siang, (11/4) lalu. Diduga, lantaran paku atau baut yang menopang atap tersebut, kurang dalam dan tidak kuat menahan beban dan kejadian tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa.
Ia pun menambahkan, bahwa dari pantauan pihakya untuk hari ini (12/4) aktivitas pedagang sudah kembali berjalan seperti biasa, dan dari pihak Pemkab BU dalam hal ini Dinas Perdagangan, telah meninjau langsung atas kejadian tersebut, serta menyatakan akan dilakukan perbaikan secepatnya dalam waktu dekat.
“Memang kejadian tersebut, para pedagang sudah mengetahui karena sebelum ambruk, terdengar bunyian dari atap tersebut mas. Syukurlah kejadian ini tidak ada korban. Dan pihak dinas perdagangan pun sudah meninjau langsung, kemarin dan menyatakan akan dilakukan perbaikan secepatnya,” beber Camat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan, Suharlan ketika dikonfirmasi atas kejadian ini, pihaknya sudah menurunkan tim untuk meninjau langsung kejadian ambruknya atap tersebut. Ia pun menyatakan, bahwa pembanguan pasar ketahun yang dilaksanakan pada 2017 lalu, ini yang dikerjakan oleh PT Aleandro Karya Utama dengan menghabiskan dana sebesar Rp 5.665.000.000,-.
Kondisi atap disebutkannya, hanya ditopang oleh paku atau baut yang menempel di dinding, dan adanya kejadian ini karena paku atau baut itu tidak kuat menahan beban atap tersebut, akibatnya atap yang baru 3 tahun dibangun ini, ambruk.
“Ya, dek dari peninjauan kita kemarin, memang penyebabnya paku atau baut yang menopang atap tersebut tidak kuat menahan beban atap, untung kejadian ini tidak ada korban jiwa. Seharusnya atap tersebut harus ditambah dengan tiang penopang atap agar lebih kuat,” terangnya.
Lebih lanjut Suharlan menjelaskan, bahwa pihaknya selaku stakeholder terkait, akan secepatnya melakukan perbaikan pasar tersebut. Namun pihaknya menyayangkan atas kejadian tersebut, dimana pembangunan pasar modern D1 Ketahun yang dikerjakan oleh pihak PT Aleandro Karya Utama dengan menelan total anggaran sebesar Rp. 5,6 miliar ini, baru 3 tahun berjalan sudah mengalami kerusakan. Diduga, pekerjaannya dilakukan asal-asalan. Terkait hal tersebut, pihaknya akan menegur pihak perusahaan tersebut.
“Kita sebenarnya sangat menyayangkan atas kejadian ini, seharusnya pihak perusahan yang mengerjakannya harus lebih teliti lagi, dalam melakukan perancangan. Ini terbukti, bahwa pihak perusahan menbuat atap tersebut tidak sesuai spek. Namun, kita selaku dinas terkait akan melakukan perbaikan kembali secepatnya dengan menggunakan anggaran APBD-P tahun ini,” tukasnya.
Laporan : Redaksi

